Aku memiliki hobi berolahraga, khususnya bermain sepak bola atau futsal. Selain itu, aku juga memiliki hobi lain seperti traveling, mendaki gunung atau tracking, bermain game, mendengarkan musik dan membaca novel.
Aku merupakan lulusan dari SMA Negeri 1 Martapura yang merupakan salah satu SMA favorit di kotaku. Setelah lulus dari bangku SMA, aku memiliki impian untuk menjadi seorang dokter. Impian itu terdengar begitu gila, ya, memang terdengar gila, kenapa ? karena fakultas kedokteran merupakan fakultas yang sangat sulit di tembus di Indonesia. Fakultas kedokteran memang jurusan di perguruan tinggi yang sangat sulit untuk dimasuki bahkan untuk lulusan IPA dari Sekolah Menengah Atas dan bahkan untuk orang sepertiku yang hanya dari jurusan IPS, impian itu memang terdengar mustahil. Sulitnya untuk menembus fakultas kedokteran dalam rangka untuk melanjutkan pendidikan di fakultas tersebut tidak membuatku putus asa, malah sebaliknya, itu membuatku lebih tertantang dan lebih bersemangat untuk giat belajar agar bisa menembus fakultas tersebut, walaupun apa yang aku pelajari bertolak belakang 180 derajat dari apa yang telah ku pelajari di bangku SMA selama ini. Impian tersebut datang bukan tanpa sebab. Ya, kedua orang tuaku berprofesi dalam bidang kesehatan, khususnya sebagai perawat. Namun demikian, mereka tidak pernah memaksaku untuk melanjutkan pendidikan dalam bidang kesehatan, impian itu muncul dari benakku sendiri agar aku dapat melampaui kedua orang tuaku. Aku telah berusaha keras untuk dapat menembus fakultas kedokteran, namun Tuhan berkata lain, aku tetap tidak mampu melanjutkan pendidikan di fakultas tersebut . Walaupun aku tidak mampu melanjutkan pendidikan ke fakultas kedokteran, aku tetap percaya bahwa Tuhan tau yang terbaik bagi umatnya. Terbukti, pada saat ini aku telah menjadi seorang mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang, di Fakultas Ilmu Kesehatan, Jurusan S-1 Ilmu Keperawatan dan aku sangat bersyukur atas apa yang terjadi kepadaku . Pepatah mengatakan bahwa buah tidak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya dan mungkin apa yang dikatakan pepatah ini benar. Namun demikian, aku tidak akan pernah melupakan impianku untuk menjadi seorang dokter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar